Selamat Datang di amricosblog

Semoga blog ini bermanfaat...

Selamat Datang di amricosblog

Semoga blog ini bermanfaat...

Selamat Datang di amricosblog

Semoga blog ini bermanfaat...

Selamat Datang di amricosblog

Semoga blog ini bermanfaat...

Selamat Datang di amricosblog

Semoga blog ini bermanfaat...

cara membuang gas di dalam perut


Gas berlebih di perut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan kadang rasa malu karena perut jadi sering berbunyi. Tapi gas berlebih ini bisa dikeluarkan dari perut melalui beberapa latihan.

Penumpukan gas berlebih di perut bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti makanan yang dikonsumsi mengandung banyak gas, memiliki masalah pencernaan atau akibat kurang aktif bergerak.

Namun gas yang berlebih di perut ini bisa dikeluarkan dengan melakukan beberapa latihan ringan, seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (1/3/2011) yaitu:


Berjalan
Terkadang gas di perut hanya disebabkan orang tidak aktif bergerak, karena itu untuk mengatasinya cukup dengan latihan ringan seperti berjalan. Jika sudah merasa perut kembung dan mengandung gas, cobalah bangun dari tempat duduk dan berjalan-jalan. Hal ini bisa membantu menghilangkan rasa sakit dan juga mengeluarkan gas dari tubuh.


Wind relieving pose (mengibaskan angin)
Salah satu pose yoga yang diyakini bisa membantu menghilangkan gas di perut adalah wind relieving pose (mengibaskan angin). Gaya ini akan mendorong perut yang membuatnya lebih mudah mengeluarkan gas.
Caranya adalah dengan berbaring terlentang lalu menarik satu lutut ke arah dada dan menahannya dengan kedua tangan. Secara perlahan tarik lutut hingga semakin dekat ke dada, tahan dan ulangi pada kaki yang satu lagi. Jika memungkinkan bisa juga melakukannya sekaligus dua kaki secara bersamaan.


Garland pose
Gaya ini merupakan teknik membuka pinggul sehingga memudahkan tubuh melepaskan gas. Caranya adalah berdiri dengan kedua telapak kaki melebar lalu posisi tangan seperti berdoa.
Setelah itu tekuk lutut hingga posisi jongkok sambil menghembuskan napas dengan posisi siku tangan berada di lutut dan punggung tetap lurus. Tahan posisi ini selama beberapa detik yang memungkinkan gas untuk dilepaskan.

Meskipun beberapa latihan bisa membantu mengeluarkan gas dari dalam perut, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya seperti menerapkan pola makan sehat yang mengandung protein, sayuran, buah dan biji-bijian, mengonsumsi 8 gelas air perhari, menghindari soda dan produk susu yang bisa memperburuk kondisi.

semoga bermanfaat ....

sumber : detikHealth

Written by: Amrico Zulni
Nice Blog, Updated at: 19.24

Teknologi terbaru USB 3.0


Pada saat anda meng-copy sebuah film HD ( High Definition) dari har disk eksternal ke computer, anda punya cukup banyak waktu untuk menghabiskan secangkir besar cappuccino. Dengan teknologi USB 3.0 baru, kini waktunya hanya cukup untuk secangkir espresso, karena SuperSpeed mode mampu meng-copy data 10 kali lebih cepat dari pada  standar USB 2.0.
Namun, walaupun standar yang baru ini terdengar memikat, notebook dan computer desktop keluaran terbaru ternyata masih menggunakan standar yang lama (USB 2.0).

Sebuah pertanyaan penting timbul, apa yang terjadi dengan perangkat dan kabel USB 2.0? pada USB 3.0, kompabilitas di utamakan ke atas ataupun kebawah. Bila anda meng-upgrade ke USB 3.0 secara lengkap dan tidak lagi menggunakan stadar USB 2.0, anda tetap dapat menghubungkan printer lama ke port USB 3.0.

Secara teknis memang banyak yang berubah, tetapi tidak tampak pada tampilan konektor dengan inlay biru yang seragam. Selain mode transfer “low”, full, dan high speed, kini ada mode SuperSpeed yang diimplementasikan  parallel dengan konstruksi USB 2.0 sehingga bisa dikatakan memiliki unit manajemen sendiri.

Dengan demikian, hub USB 3.0 terdiri atas sebuah hub USB2.0 ditambah sebuah hub SuperSpeed. Ini menjadi jelas pada konektor Micro B yang baru dengan 2 konektor, konektor Micro B USB 2.0 dan sebuah port untuk SuperSpeed. Anda dapat memasukkan konektor USB 2.0 ke port USB 3.0, tetapi tidak sebaliknya.
Kemapuan copy hard disk USB 2.0 dalam modus transfer tercepat sekita 50 MB/detik. Sementara itu, standar USB 3.0 dapat mentransfer hingga 10 kali lebih banyak data dalam waktu yang sama. Bahkan memungkinkan hingga 5 GBit/detik. Sepuluh kali disini setara dengan sekitar 625 MB/detik, ideal untk volume data yang terus meningkat pada video atau backup meski keterangan kecepatan ini hanya secara teoritis.
Siap untuk masa depan

Anda tidak perlu memikirkan apakah slot yang tersedia memenuhi tuntutan USB 3.0 atau tidak, bila bersedia menginvestasikan lebih banyak dana dan upaya untuk meng-upgrade mainboard. Mainboard AMD memiliki 2 port USB 3.0 dan bisa anda dapatkan dengan sekitar US$ 100, sementara board intel dengan harga mulai US$100. Dengan demikian, slot PCle yang ada dapat digunakan untuk perangkat hardware lain seperti kartu jaringan atau grafik.

Sebuah kelemahan umum USB 3.0 yaitu tidak (belum) ada dukungan system operasi. Sementara ini, anda harus meng-install driver tambahan dari vendor tersebut. Namun, Microsoft melakukan perbaikan : dengan SP1  windows 7 akan mendukung USB 3.0.
Jadi kini adalah waktu yang tepat untuk up-grade ke USB 3.0, terutama pengguna yang menangani data dalam jumlah yang besar. Alsan lainnya adalah karena USB 3.0 telah kompatibel dengan model sebelumnya.



sumber : Majalah Chip


Written by: Amrico Zulni
Nice Blog, Updated at: 15.49

apa technopreneurship itu...?



Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua kata, yaitu ‘technology’ dan ‘enterprneneurship’. Jika kedua kata digabungkan, maka kata teknologi mengalami penyempitan arti, karena teknologi dalam “technopreneurship” mengacu pada teknologi informasi, yaitu teknologi yang menggunakan computer dan internet sebagai alat pemrosesan.

Posadas (2007) mendifisikian istilah technopreneurship dalam cakupan yang lebih luas, yaitu sebagai wirausaha di bidang  teknologi  yang mencakup teknologi semikonduktor sampai ke aksesoris computer pribadi (PC). Sebagai contoh bagaimana Steven Wozniak dan Steve Job mengembangkan hobi hingga mampu merakit  dan menjual 50 komputer Apple yang pertama; atau juga bagaimana Larry Page dan Sergey Brin mengembangkan karya mereka yang kemudian dikenal sebagai mesin pencari Google. Mereka inilah yang disebut technopreneur  dalam defenisi ini.

Written by: Amrico Zulni
Nice Blog, Updated at: 15.34